2.468 Maba Unimus Jalani Masa Orientasi

ket foto: Walikota Semarang (di podium) saat memberi motivasi pada hampir 3.000 mahasiswa baru Unimus (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi MPd bersama para wakil rektor, dekan dan pejabat Unimus lainnya menerima secara resmi 2.468 mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2018 di kampus terpadu Kedungmundu, Senin siang sampai sore (03/09/2018). Upacara penerimaan dihadiri Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jateng Dr Tafsir MAg, para pejabat Badan Pembina Harian Unimus dan tamu undangan lainnya.

“Acara ini diikuti 2.468 mahasiswa baru dan nantinya masih ada sejumlah mahasiswa baru lainnya yang saat ini masih proses registrasi. Diperkirakan sampai penutupan masa pendaftaran mahasiswa baru pertengahan September nanti, jumlah mahasiswa baru mencapai 3.000an. Upacara penerimaan di lapangan ini insya Alloh yang terakhir karena direncanakan November mendatang gedung serba guna Unimus dengan kapasitas hampir 4.000 mahasiswa sudah selesai dan rencananya akan mulai dipakai pada November mendatang untuk upacara wisuda” ujar Rektor.

Menurut Rektor,  mahasiswa baru perlu diberi orientasi kampus karena system kuliah sangat beda dengan system di sekolah, termasuk tentang organiasi kemahasiswaan. Mereka dibekali pula keagamaan dan karakter sehingga nantinya menjadi sarjana yang mumpuni di bidang keilmuan serta punya bekal agama yang bagus untuk bisa bersaing dan bersanding dengan masyarakat regional dan internasional.

“Juga dilakukan pembinaan agama Islam yang utuh, rahmatan lil alamin yang bisa menerima perbedaan, bisa bertoleransi hidup dalam kemajemukan berdasarkan kesepakatan hidup bersama dengan agama lain, budaya lain, suku lain dan sejumlah perbedaan lainnya. Kita hidup Islamis yang multicultural serta menolak kekerasan atas dasar ideology, eksklusifme, radikalisme serta mencegah mahasiswa bergaul bebas dan narkoba” ujar Rektor.

Sementara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam memberikan motivasi pada para mahasiswa baru berharap mereka nantinya menjadi anak muda yang pandai, punya pengetahuan dan peduli pada bangsanya. Secara umum, ujar Walikota, ada 4 kelompok anak muda. Pertama, kelompok anak muda yang pinter tetapi tidak peduli pada bangsanya. Contoh kelompok ini adalah mereka yang kuliah di luar negeri dan bekerja di luar negeri tetapi enggan balik ke Indonesia dan memilih menjadi pekerja di sana.

“Kelompok kedua, kelompok anak muda yang peduli tetapi tidak pinter. Ini kelompok yang sebetulnya peduli sehingga kalau ada hal hal yang mungkin dianggapnya baik untuk Indonesia di media sosial langsung di share, meski yang di share adalah hoax. Kelompok ketiga, kelompok yang tidak pinter dan tidak peduli. Kelompok ini merasa kalah bersaing dari orang lain sehingga mengaktualisasikan diri lewat cara cara yang tidak peduli bisa merugikan orang lain. Misalnya kebut kebutan di jalan raya, narkoba dan lain sebagainya.Kelompok keempat, kelompok yang peduli dam pintar. Kelompok ini paling dibutuhkan negara” ujar Hendrar Prihadi.

Lebih lanjut menurut Walikota, orang pandai saat ini sudah banyak dan hari ini orang dinilai dari kepribadian dan kemampuannya. Dirinya memberi contoh saat muda kuliah sambil bekerja dan selalu mencari peluang untuk masa depannya. Berbekal uang Rp 4 juta saat itu dirinya berhasil wiraswasta yang kemudian berkembang terus meski ditandai pula pasang surut umumnya wiraswasta. (Ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...