
ket foto: beberapa mahasiswa RUAS saat presentasi hasil penelitiannya di Unissula ( foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com) – Kota dan Kabupaten Pekalongan seperti halnya kota Semarang memiliki permasalahan terkait air yang sama yaitu banjir dan rob dan masalah ini menjadi perhatian khusus Fakultas Teknik Unissula Semarang yang bekerjasama dengan Roterdam University Applied Science (RUAS) Belanda. Sejumlah kajian dan riset bersama telah dilakukan termasuk terkini, 4 mahasiswa pascasarjana RUAS melakukan penelitian kolaborasi dengan Unissula terkait rob dan banjir di kab/kota Pekalongan.
Selama bebera bulan terakhir, empat mahasiswa RUAS Belanda yaitu Indigo Janneke Mies Sadon, Joost Christian Brouwer, Max Robert Donck dan Sofie Van Der Wielen meneliti tanggul laut yang sedang dibangun di Pekalongan, kondisi di luar tanggul (laut lepas) dan di bagian dalam tanggul. Dan penelitian mereka diseminarkan di kampus Unissula Semarang Kamis sore (29/11/2018). Presentasi seminar langsung direspon lewat teleconference dengan RUAS Belanda. Seminar dibawah supervisi Prof Imam Wahyudi DEA dan sejumlah pejabat Kota/Kab Pekalongan termasuk Plt Kepala Dinas DPU Kota Pekalongan Slamet Mulyo berlangsung menarik di antaranya sejumlah usulan dilontarkan empat mahasiswa RUAS terkait penanganan rob dan banjir.
Sejumlah saran tindak lanjut hasil penelitiannya di antaranya perlu pembangunan sejumlah “water square” atau “lapangan air serba guna atau multi fungsi” sebagai penampung air banjir di musim hujan dan sebagai tempat atau taman bermain anak saat musim kemarau atau saat tidak banjir. Juga menyarankan keramba–keramba ikan di bagian laut lepas (di luar tanggul laut sepanjang 8 km) tetap difungsikan sedangkan di bagian sisi dalam tanggul bisa untuk kolam air tawar nantinya. Namun kualitas air kolam tawar ini sangat ditentukan oleh air buangan perusahaan perusahaan batik Pekalongan, seyogyanya perusahaan batik membuang air limbahnya setelah betul betul diolah dan layak buang ke sungai atau pembuangan yang nantinya ke sungai dan laut.
Pemerintah kota dan Kab Pekalongan, ujar Slamet Mulyo, sedang mengkaji usulan dari para mahasiswa RUAS Belanda tersebut dan kalau sekiranya bermanfaat dan bisa diterapkan tentunya akan diterapkan. Pemkot dan Pemkab Pekalongan juga mengapresiasi Unissula dan RUAS Belanda yang lewat sejumlah penelitian membantu mengatasi persoalan rob dan banjir yang melanda Pekalongan. (Ks01)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

