Dosen Polines Raih Doktor di Unnes

ket foto: Dr Sugeng Irianto MPd (tengah) di antara tim penguji usai ujian (foto dok)

 

SEMARANG (kampussemarang.com)- Dosen bidang bahasa asing Politeknik Negeri Semarang (Polines) Drs Sugeng Irianto, M.Pd meraih gelar doktor Ilmu Pendidikan Bahasa (Inggris) dari Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat sore lalu (31/08/2018).

Dalam sidang ujian promosi doktor (terbuka) yang diketuai Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Sekretaris Prof Dr Achmad Slamet MSi (Direktur Pascasarjana) dan Prof Dr Januarius Mujiyanto MHum (Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa), penguji eksternal Prof Dr Suwandi MPd dan penguji internal Prof Dr Dwi Rukmini MPd promovendus berhasil mempertahankan disertasi berjudul “the Adoption of Fairclough and White Rose’s Concept of Critical Discourse Analysis in Appraising Articles on Negara Islam Indonesia in the Jakarta Post Headlines and Editorial”.

Promovendus dengan Promotor Prof Dr Sukarno MSi, co promotor Dr Djoko Sutopo MSi dan anggota promotor Prof Dr Mursid Saleh MA PhD dinyatakan lulus dengan IPK 3,97 dan tercatat sebagai doktor ke 398 yang dihasilkan Unnes serta doktor ke 75 lulusan S3 Pendidikan Bahasa Pasacasarjana Unnes.

Pada paparan disertasinya, Sugeng Irianto menyampaikan perlunya tindakan analisis kritis bagi seseorang saat membaca (termasuk mendengar) sebuah teks (tulisan maupun lisan) agar bisa mengetahui persis apa yang ada di balik teks tersebut. Termasuk tujuan teks dibuat, fitur fitur bahasa apa saja yang dipakai, ideologi yang diselipkan oleh penulis (atau pembicara) lewat teks tersebut dan kecenderungan ke arah mana penulis/pembicara “berpihak” dan lain sebagainya.

“Dengan ilmu critical discourse analisis atau kajian wacana kritis, pembaca/pendengar bisa memahami teks lebih mendalam, tidak hanya luarannya saja. Bagi guru atau dosen, lewat pengetahuan CDA pula mereka bisa memilih bahan bahan ajar (teks tulis, audio, video) relatif lebih baik, lebih pas dan lebih cocok bagi para siswa atau mahasiswanya. Dan bagi siswa/mahasiswa atau masyarakat, lewat CDA mereka akan lebih berhati hati dalam membaca/mendengar sebuah teks (tulis dan lisan) serta tidak menerima begitu saja sebuah teks tanpa mengetahui dulu apa kira kira semua yang ada “di balik teks” tersebut” ujar Sugeng Irianto, dosen bahasa di Jurusan Teknik Mesin Polines ini.

Suami dari RAY Sri Utami Pontjowati serta bapak dari Kartini Rahayu SS (mahasiswi S2 Ilmu Linguistik Undip) dan Slamet Bagaskoro SKed (Pendidikan Profesi Dokter Undip) serta anak dari Bapak Ashari (pensiunan Kepala SDN Panggang 4 Jepara) dan Ibu Ngateni ini memberi contoh ilmu CDA bisa dipakai untuk mendeteksi bila seseorang lewat tulisan maupun lisan bermaksud menghina atau tidak menghina seseorang, menyampaikan ujaran kebencian atau tidaknya seseorang lewat tulisan/lisan, termasuk kemungkinan salah satu upaya (meski harus ditunjang ilmu lain) sebagai sarana mendeteksi sebuah tulisan atau lisan itu “hoax” atau tidaknya.

Direktur Polines Ir Suppriyadi MT, Wakil Direktur II Drs Saniman Widodo SE MM, dan Kajur Teknik Mesin Polines Hartono ST MT mengapresiasi atas kelulusan salah satu dosen Polines ini. Mereka berharap doktor baru di lingkungan Polines bisa semakin memperkuat pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang diemban Polines. (ks01)

ket foto: Dr Sugeng Irianto bersama Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes (foto dok)

 

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...