
ket foto: saat mahasiswa Unimus menerima penghargaan lomba (Foto dok)
GROBOGAN (kampusssemarang.com)- “Cipta Tepung Komposit Berbasis Bahan Lokal Menju Usaha Kreatif 2017” menjadi tema dalam lomba kreativtas teknologi pangan tingkat pelajar dan mahasiswa se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Techno Park Pangan Grobogan Pusat Teknologi Agroindustri Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta di Pendopo Kabupaten Grobogan Rabu (17/05/2017).
Direktur Pusat Teknologi Agroindustri Dr. Hardaning Pranamuda, M.Sc, menyatakan lomba bertujuan untuk menggali kreativitas dan inovasi pelajar dan mahasiswa dalam bidang teknologi pangan dengan menciptakan produk tepung komposit berbasis bahan lokal. Jagung, singkong, kedelai dan garut menjadi bahan utama dalam lomba, mengingat bahan-bahan tersebut menjadi komoditas unggulan Kabupaten Grobogan.
Diharapkan inovasi lewat lomba dapat meningkatkan mutu tepung dengan karkteristik sensori yang tinggi dan bernilai ekonomi sehingga mampu bersaing di pasar.
Lomba diikuti 16 tim dari 6 Universitas (Unimus, Unika, Upgris, USM, Undip, Unsoed) dan 2 SMK (SMK Kimia Industri Theresiana dan SMK Widya Praja Ungaran). Lomba terdiri dari 2 tahap yaitu seleksi proposal karya cipta, dan final lomba. Final lomba diselenggarakan dengan penilaian langsung terhadap produk karya cipta yang didemonstrasikan pengolahannya di arena lomba. Kreasi tepung bakery dipilih oleh mahasiswa Teknologi Pangan Unimus, untuk dipersiapkan dalam perlombaan.
Kerja keras 2 tim Prodi Teknologi Pangan Unimus tidak sia-sia.Tim pertama yang beranggotakan Iis Istiqomah dan Indah Tri Minarni dengan pembimbing Siti Aminah, S.TP, M.Si mengangkat produk “chocolang” (singkatan dari Chocochips Pelangi), sedang tim kedua beranggotakan Irma Fitriana Ardi K dan Mita Aprilia Arrofi dengan pembimbing Ir. Wikanastri Hersoelistyorini M.T. mengangkat produk “garkies” (garut cookies). Kriteria Penilaian pada lomba yaitu penilaian proposal khusus mahasiswa dititikberatkan aspek ilmiah (karakteristik sifat fisik kimia produk dan penentuan mutu), aspek kreativitas, aspek ekonomis, aplikatif dan memenuhi penulisan proposal.
Produk “Chocolang” membuat para juri “kesengsem” dengan lembutnya tekstur cookies dan paduan rasa yang pas, sehingga mendapatkan juara 1. Sedang produk “garkies” yang sangat krispi mendapatkan juara harapan 3. Masing-masing pemenang mendapatkan piala, dan uang Rp. 5.000.000 (juara 1) dan uang Rp 1.500.000 (juara harapan 3) serta produk dari Techno Part. Iis Istiqomah dan Irma Fitriana yakin produk ini berpeluang besar untuk dikembangkan menjadi produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi dan diminati oleh masyaakat. Evaluasi gizi serta karakteristik sensori yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang baik, bernilai jual dan diminati oleh masyarakat. “Produk kreasi mahasiswa diharapkan dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam dan dapat dijadikan icon produk daerah Kabupaten Grobogan” ungkap panitia lomba pada saat pengumuman pemenang.
“Karya inovatif ini akan diikuti oleh karya-karya inovatif lain yang tidak kalah menarik oleh mahasiswa-mahasiwa lain dari Prodi Teknologi Pangan. Sehingga dapat lebih banyak mendayagunakan bahan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk impor” harap Ka. Prodi Teknologi Pangan Unimus Dr. Nurhidajah, M.Si, yang selalu mendorong mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. (ks01)

Ket foto: Tim mahasiswa Unimus juara I dan juara Harapan II Lomba dengan trophy yang mereka terima (Foto Dok)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

