
ket foto: Sejumlah mahasiswa Unnes gela aksi unjukrasa (Foto dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)-Ratusan mahasiswa Unnes yang mengatasanamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Unnes menggelar aksi unjukrasa di depan Rektorat Unnes, Sekarang Gunungpati, Jumat (07/04/201).
Lewat Koordinator aksi Arif Nur Muhammad, mereka menyampaikan tuntutan di antaranya dibatalkannya kebijakan Rektor Unnes yang menutup atau tidak adanya penerimaan mahasiswa baru program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unnes di Tegal pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2017 ini. Kebijakan tersebut dianggap merugikan mahasiswa.
Arif dan kawan kawan juga menuntut agar Unnes membangun sarana prasarana PGSD Tegal, tidak malahan menutupnya. Dia berharap Rektor Unnes harus membuka komunikasi dialogis dengan para mahasiswa PGSD Unnes agar kebijakan yang diambil tidak merugikan mahasiswa.
Sementara itu dua hari sebelumnya, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum member kuliah umum dilanjutkan dialog dengan para mahasiswa PGSD Unnes di Tegal. Di hadapat mereka, Rektor menyampaikan sejumlah alasan yang melandasi kebijakan tersebut yang dilandasi semangat meningkatkan kulitas guru pada masa depan.
“Agar menghasilkan guru ideal sperti diamanahkan Undang-Undang, Unnes sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus memiliki fasilitas pendidikan yang baik dan terstandar. Kondisi riil saat ini fasilitas PGSD Tegal belum terpenuhi, dengan luas tanah terbatas, pengembangan fasilitas yang terstandar di kampus tersebut sulit terpenuhi” ujar Rektor.
Pertimbangan lain, ujar Rektor Unnes, merujuk Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2017 tentang Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pasal 2 ayat (2) mengatur bahwa penutupan PSDKU bertujuan melindungi masyarakat dari kerugian akibat memperoleh layanan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tidak bermutu.
“Melihat kondisi riil di lapangan yang menunjukkan fasilitas PGSD Tegal belum sesuai dengan profil lembaga pendidikan yang ideal masa depan, pendidikan PGSD Unnes akan difokuskan di PGSD Unnes Kampus Ngaliyan dengan fasilitas jauh lebih baik, antara lain tersedianya asrama dan ruang perkuliahan representatif” ujar Rektor.
Ditegaskan oleh Rektor, Unnes tidak menutup Prodi PGSD, melainkan mengurangi kuota penerimaan. Karena secara riilnya, dalam penerimaan tahun 2017 ini program studi tersebut tetap dibuka. Hanya saja, mahasiswa baru 2017 akan menempuh pendidikan di kampus PGSD Ngaliyan. Dan mahasiswa lama PGDG Tegal akan tetap mendapat hak-hak proses belajar mengajar atau perkuliahan sampai mereka lulus. (ks01)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

