Menuju Generasi Emas 2045: Penting Pengembangan Karakter Intelektual dan Anti Kekerasan

Walikota Semarang (tengah) saat memberi kuliah umum

 

SEMARANG (kampussemarang)- Tahun 2045 mendatang Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi (banyaknya jumlah penduduk) angkatan usia muda (usia 20 sampai 40 tahun). Generasi yang saat ini berada di SLTA dan awal awal perguruan tinggi ini (dengan ciri sangat melek IT dan internet) bakal memimpin jalannya negara dan bangsa Indonesia di era tersebut.

“Pengembangan karakter mahasiswa sebagai intelektual dan anti kekerasan, termasuk mahasiswa baru ini, sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa saat ini yang akan berpengaruh besar di era Indonesia emas nantinya” ujar Walikota Semarang Dr Hendrar Prihadi MM saat mengisi kuliah umum di depan 3.500-an mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di kampus Kedungmundu, Rabu (7/9/2022) bersama Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd, Wakil Rektor I Dr Budi Santosa MSi Med dan dosen FE Unimus Dr AM Jumai.

Walikota Semarang ini mengingatkan generasi muda akan perlunya keseimbangan (berjalan bareng) antara iman, ilmu, dan keindonesiaan. Bila hanya ilmu saja yang diperkuat (tanpa iman dan keindonesiaan) maka ibarat mencetak monster. Karena tidak punya rasa toleransi, empati dan lain-lain. Adanya hanya “hitam dan putih” saja, dan ini sangat bahaya.

Walikota juga memberi nasehat agar generasi muda menjauhi ajaran dan tindakan radikal. Karena dari data yang ada, potensi radikal saat ini banyak di daerah di Indonesia dan di generasi usia sangat muda (generasi pengguna internet). Terutama sekali bagi yang aktif mencari konten konten keagamaan sendiri tanpa didampingi guru atau kyai.

“Banyak konten agama di internet yang bisa multi tafsir serta berpotensi mengandung ajaran radikal. Lebih baik

belajar dari tokoh agama. Juga hindari muatan hoaks di berbagai bidang, termasuk bidang politik dan agama. Dua puluh lima persen hoaks mengandung isu agama, ini harus dihindari dan dijauhi” tambah Walikota.

Lebih lanjut Walikota Hendrar Prihadi yakin Indonesia bisa meraih golden era di tahun 2045 dimana banyak usia 20-40 tahunan. Juga syarat lain seperti kondisi ekonomi, politik, sosial budaya, hankam kondusif, pertumbuhan ekonomi positif, dan generasi mudanya harus kompetitif. (Ks01)

 

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...