MULUT DAN GIGIMU SEBAGAI SUMBER PENYAKIT PADA TUBUHMU

foto ilustrasi

Oleh: Muslimah, S.Si, MM, Apt,

(Dosen Fak. Kedokteran Unimus dan Mahasiswa S3 Ilmu Farmasi UGM)

Email  : muslimah@unimus.ac.id

 

ARTIKEL ini ditulis dalam rangka memperingati hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional yang jatuh tanggal 12 September 2020 lalu dan tanggal 20 maret 2020 sebagai Hari Kesehatan Gigi Sedunia. Hari kesehatan Gigi Sedunia tahun ini mengambil Tema: Bersatu Padu Demi Kesehatan Gigi (unite for mouth health).

Berdasarkan The Global Burden of Disease Study 2016, penyakit masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies gigi merupakan penyakit yang dialami hampir setengah populasi penduduk dunia (3,58 milyar jiwa). Penyakit pada gusi (periodontal) menjadi urutan ke 11 penyakit yang paling banyak terjadi di dunia. Sementara di Asia Pasifik, kanker mulut menjadi urutan ke 3 jenis kanker yang paling banyak diderita.

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 menunjukkan 57,4% penduduk menyatakan bermasalah gigi dan mulut, namun hanya 10,2% yang mendapat perawatan oleh tenaga medis gigi. Dari seluruh penduduk, 88,8% mengalami karies gigi dan 74,1% menderita  radang jaringan penyangga gigi. Walaupun 94,7% penduduk setiap hari menyikat gigi, namun hanya 2,8% yang menyikat gigi pada waktu yang benar yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan pembiayaan perawatan penyakit gigi merupakan 4 besar yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan. Tak tanggung-tanggung dari data yang ada lebih 56 % orang Indonesia punya masalah gigi dan mulut. Di kota Semarang, kejadian penyakit periodontal pada usia dewasa muda (15-30 tahun) di Puskesmas Srondol tergolong cukup tinggi yakni sebanyak 45,3%. Kondisi ini disebabkan oleh pengetahuan dan praktik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut yang masih buruk.

Tidak sedikit orang yang masih mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Padahal, mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh. Jika terdapat masalah pada gigi dan mulut, tentu akan menghambat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Rongga mulut dipenuhi 500 jenis bakteri baik dan jahat dalam jumlah yang seimbang. Meskipun sebagian besar bakteri tersebut tidak berbahaya, beberapa di antaranya tetap dapat menimbulkan penyakit di bagian tubuh lainnya jika daya tahan tubuh seseorang menurun.

Dari anak-anak hingga orang dewasa, akan merasakan dampaknya jika kesehatan gigi dan mulut tidak terjaga. Anak kecil yang giginya rusak bisa menurun rasa percaya dirinya dan kekurangan gizi karena susah makan. Di usia produktif, jika mengalami sakit gigi, akan mengganggu produktivitas kerja dan menghambat sosialisasi. Pada lansia, jika tidak memiliki gigi yang cukup, maka bisa menurunkan kualitas hidupnya. Peradangan gusi bisa memperburuk kondisi penyakit, salah satunya diabetes. Begitu juga sebaliknya, penderita diabetes ternyata lebih rentan terhadap penyakit gusi atau periodontal. Saat mengalami sakit gigi karena gigi berlubang atau gusi bengkak membuat tidak nyaman dan terganggu dalam aktivitas sehari-hari. Gangguan kesehatan pada gigi dan mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.

Dalam rangka menjaga Kesehatan gigi dan mulut, yuk simak tips sebagai berikut :

  1. Rajin menggosok gigi 2 kali sehari setelah makan dan sebelum tidur.
  2. Jangan memakan makanan yang terlalu panas, pedas atau terlalu dingin dalam waktu bersamaan.
  3. Menggunakan benang gigi (dental flossing) bisa Anda lakukan setelah menyikat gigi membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi dan mencegah terbentuknya plak yang dapat menyebabkan gigi berlubang.
  4. Menghentikan kebiasaan merokok karena dapat menyebabkan sejumlah masalah bau mulut, perubahan warna gigi, penumpukan plak dan karang gigi, serta munculnya bercak putih di mulut akibat iritasi (leukoplakia) dan meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut.
  5. Menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride yang membantu mencegah terjadinya gigi berlubang dan memperkuat lapisan email gigi.
  6. Menggunakan obat kumur atau mouthwash yang mempunyai efikasi membersihkan gigi dan mulut dari plak, sisa makanan, menghambat pertumbuhan kuman di dalam mulut dan membuat napas lebih segar selama kurang lebih 12 jam.
  7. Ganti sikat gigi setidaknya 3 bulan sekali atau ketika bulu sikat gigi sudah rusak.
  8. Batasi konsumsi makanan dan minuman manis.
  9. Konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah.
  10. Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.
  11. Periksakan gigi ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali. Jangan menunda bisa semakin parah dan sulit untuk diobati jika dibiarkan terlalu lama.

Demikian sedikit tips agar Kesehatan gigi dan mulut terjaga dan  jangan anggap remeh karena kondisi tersebut bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (KS01)

Muslimah SSi MM Apt

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kemandirian Berwirausaha Bagi Penyandang Disabilitas ?

Opini Oleh : Endah Mujiasih, S.Psi., M.Si (Dosen Fakultas Psikologi Undip)   WIRAUSAHA selain memiliki ...