
“penampakan” alat.
SEMARANG-Kabar gembira datang dari Politeknik Negeri Semarang. Di mana seorang peneliti bernama Dr Sidiq Syamsul Hidayat bersama timnya telah berhasil mengembangkan alat identifikasi benih padi berbasis mesin learning.
Tim peneliti terdiri Dr Sidiq Samsyul Hidayat ST MT (Prodi S2 Magister Telekomunikasi Terapan, ketua tim), dengan anggota Dwi Rahmawati SP MP (pakar benih dari Seed Center Politeknik Negeri Jember), Lilik Triyono ST MKom (prodi Teknik Rekayasa Komputer Polines), M Cahyo Ardi Prabowo ST MT (Prodi Elektronika Polines) dan Tahan Prahara ST MT (Prodi Telekomunikasi Polines). Tim ini juga dibantu dua mahasiswa S2 Magister Telekomunikasi Terapan Polines Feny Rahmasari dan Thomas serta 2 mahasiswa Diploma (Ilham Budi Prasetyo dari Polines dan Bima Oktasa dari Politeknik Negeri Jember).
Alat ini dikembangkan dengan dukungan hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu dan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember.
Alat yang dikembangkan oleh Dr Sidiq dan tim ini mampu membantu petani dalam mengidentifikasi benih padi yang baik dan sesuai untuk ditanam.
Sebelumnya, proses identifikasi benih padi ini dilakukan secara manual oleh petani, yang tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga tidak selalu akurat. Dengan adanya alat ini, petani dapat menghemat waktu dan meningkatkan hasil panen mereka.
Dr Sidiq dan tim menjelaskan bahwa alat ini dapat membaca dan menganalisis informasi dari benih padi dengan menggunakan mesin learning. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis, sehingga dapat memberikan rekomendasi benih padi yang sesuai untuk ditanam di daerah tersebut.
“Kami berharap alat ini dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen mereka. Selain itu, alat ini juga dapat mengurangi terjadinya kegagalan panen yang disebabkan oleh penggunaan benih yang tidak sesuai,” ujar Dr Sidiq.
Alat ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah kekurangan benih padi yang sering terjadi di beberapa daerah. Dengan adanya alat ini, petani dapat dengan mudah mengidentifikasi benih padi yang tersedia di pasaran dan memastikan bahwa benih yang digunakan sesuai dengan kondisi daerah mereka.
Dr Sidiq dan tim juga menambahkan bahwa alat ini masih dalam tahap perbaikan dan pengembangan. Namun, yakin bahwa alat ini akan bermanfaat bagi petani di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami akan terus mengembangkan alat ini dan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember untuk memastikan bahwa alat ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi petani,” pungkas Dr Sidiq.
Alat tersebut telah diuji coba dan telah memberikan hasil yang cukup memuaskan. Kini, Dr Sidiq dan timnya sedang mengembangkan alat tersebut agar dapat digunakan secara luas oleh petani di seluruh Indonesia.
“Kami berharap alat ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi petani di seluruh Indonesia dan meningkatkan produktivitas pertanian di negara kita,” ujar Dr Sidiq.
Untuk itu Dr Sidiq dan timnya telah melakukan kerjasama program DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) dengan menggandeng mitra kerjasama CV Adika Engineering yang akan memproduksi/memperbanyak alat dan dengan CV Restu Tani Jember bidang produksi benih yang akan menggunakan alat ini. (Ks01)

Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

