Sampai saat ini luluskan 6.003 dokter, FK Unissula Ambil Sumpah 26 Dokter Baru

Salah seorang dokter baru saat bersama orang tua (kanan) menerima ijazah dari Dekan.

SEMARANG (kampussemarang)- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) Semarang menggelar “Hippocratic Oath” atau sumpah dokter bagi 26 dokter baru, Sabtu (21/10/2023).
Hadir pada acara tersebut di antaranya Dekan Fakultas Kedokteran Unissula Dr dr H Setyo Trisnadi SH SpKF, Wakil Rektor III Unissula Mohammad Qomaruddin  ST MSc PhD, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Thoha Putra MBA, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Tengah Riptieni Tri Lutiarsi SKM MKes, jajaran Senat FK Unissula, para dokter yang disumpah serta para orang tua dokter baru.
Dengan disumpahnya 26 dokter baru pada sumpah dokter ke-127 tahun 2023 tersebut FK Unissula sampai saat ini telah meluluskan 6.003 dokter yang tersebar di seluruh Nusantara
Dekan FK Unissula Semarang Dr dr H Setyo Trisnadi SH SpKF pada acara sumpah tersebut berpesan agar dokter baru bisa memberi layanan kedokteran yang baik, mempertahankan perilaku dokter yang baik, kesungguhan dan tuntas dalam bekerja, berintegritas moral, jujur dan intelektual. Juga ilmunya makin berkah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dekan juga menyampaikan rencana FK segera membuka program pendidikan dokter spesialis (Spesialis Penyakit Dalam) tahun 2025 dan program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan tahun 2024 sebagai langkah pengembangan FK Unissula sesuai UU no 17 tahun 2023 tentang kesehatan.
“Pendirian pendidikan dokter spesialis bisa ditempuh lewat dua cara yaitu berbasis rumah sakit atau berbasis universitas. Unissula memilih cara berbasis universitas. Target kami, awal tahun 2024 sudah mendapatkan pendampingan dengan fakultas pembina perguruan tinggi lain dan di tahun 2025 sudah berdiri pendidikan dokter spesialis di FK Unissula” ujar Dekan.
Sementara itu Kabid Sumberdaya Kesehatan Dinkes Jateng Riptieni Tri Lutiarsi SKM MKes menyampaikan peran dokter saat ini semakin berat. Saat ini masih ada beberapa masalah kesehatan di Indonesia termasuk di Jateng di antaranya masih tingginya angka kematian ibu masih tinggi, juga penularan TBC dan HIV serta stuntung. Semuanya tersebut perlu diselesaikan bersama sama termasuk tenaga dokter.
Di sisi lain dari data yang ada, saat ini 3,98 persen puskesmas di Indonesia tanpa dokter. Juga 60,98 persen RSUD kabupaten dan kota di Indonesia belum terpenuhi dengan 7 dokter spesialis dasar dan penunjang. Kementerian akan menambah jumlah dokter spesialis dan sub spesialis. Sehingga ini sebagai peluang bagi lulusan FK untuk mengisi kebutuhan dokter dan dokter spesialis di Puskesmas dan rumah sakit di seluruh Indonesia.
” Peluang bagi para dokter untuk melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis. Kemenkes dan LPDP Kemenkeu memberi beasiswa untuk pendidikan dokter spesialis dan sub spesialis dan ini bisa dimanfaatkan para dokter”  ujar Riptieni Tri Lutiarsi SKM MKes.

Foto dan daftar nama 26 dokter baru

Para dokter yang disumpah merasa senang dan bersyukur atas capaian sampai sumpah dokter ini. Mereka berharap di tahapan berikutnya (internship atau magang) mereka bisa optimal belajar dan melayani kesehatan masyarakat secara optimal dan profesional. (Ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...