Sudirman Said: Mahasiswa Harus Jujur, Kompeten, dan Berani

ket foto: Sudirman Said (kiri) saat menerima cinderamata dari pejabat Unissula (foto dok)

SEMARANG (kampussemarang.com)- Calon Gubernur Jateng Sudirman Said member kuliah umum bagi para mahasiswa Unversitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang di kampus Jl Kaligawe, Rabu (14/03/2018). Hadir dalam kuoiah umum ini Rektor Unissula Ir Prabowo Setiyawan PhD, para wakil rektor, dosen, dan mahasiswa Unissula.

Dalam kuliah umumnya, Sudirman Said menyatakan mahasiswa perlu membanyun 3 hal yaitu kejujuran, kompetensi dan kebenanian. Tiga hal ini perlu dijaga dan mahasiswa tidak perlu kawatir akan profesi apapun yang dimilikinya kalau memegang tiga hal itu.

Menjawab pertanyaan pers terkait masih rendahnya elektabilitas Sudirman Said (11,8 persen) disbanding Ganjar Pranowo (79 persen), Sudirman menyatakan sebagai hal wajar kalau pejabat incumbent memiliki elektabilitas tinggi.

“Survey tentang elektabilitas ini sebagai berita bagus. Dengan itu bisa menjadi pemicu kami bekerja lebih keras. Di mana-mana yang namanya incumbent punya elektabilitas lebih besar. Tetapi judul survey juga menarik karena “segalanya bisa saja terjadi” dan ini sebagai signal bagi kita kalau kita mulai on the track dan suatu ketika kita bisa  menyalip” ujar Sudirman Said usai memberi kuliah umum.

Lebih lanjut menurut Sudirman Said, wajar saja kalau kepala daerah yang sudah bekerja beberapa tahun menjadi dikenal masyarakatnya. Justru kalau angka elektablitas rendah malahan ada yang salah dengan kepala daerah itu. Cara bagi saya dan tim untuk meningkatkan elektabilitas tidak ada cara lain kecuali harus kerja lebih keras dan lebih ke masyarakat.

“Semua survey harus kita jadikan cermin dan asesmen karena asesmen bisa kuantitatif bisapula kualitatif. Dulu di pasar pasar saya tidak dikenal dan sekarang saya banyak dikenal, ditegur dan diajak salaman atau berfoto bersama. Artinya dari waktu ke waktu interaksi tim kami makin baik” ujar Sudirman.

Terkait dengan kedatangan dirinya ke kampus kampus apakah mengajak kaum mileneal agar memilih dirinya, Sudirman menyatakan kalau dirinya mendapat undangan mengisi kuliah umum tentang kepemimpinan, bukan untuk tujuan kampanye. Dan kaum mileneal dianggap sangat peduli dengan masa depan bangsa dan negara termasuk para pemimpinnya.

“Salah besar kalau dikatakan kaum muda cuek terhadap masalah seperti ini karena mereka pun mau mengkritik kalau ada yang tidak beres dengan perpolitikan nasional dan daerah” tandas Sudirman.

Terkait banyaknya peserta yang datang di kuliah umum bahkan sampai sampai ruang kuliah umum tidak muat, Sudirman menyebutkan yang datang banyak karena kalau menyampaikan sesuatu menyangkut kebenaran pasti akan banyak yang datang. Lain halnya kalau ada orang yang berpengaruh misalnya malahan menyampaikan pengaruh yang negatif dan ini berdosa. (ks01)

About Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dosen Sekolah Vokasi Undip Edukasi Penataan Arsip Keluarga dan Preservasi Preventif di Erlangga Semarang

SEMARANG (kampussemarang.com) – Dosen Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) ...