
Oleh : Muslimah, S.Si, MM, Apt, *)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Masyarakat pada umumnya jika telinga merasakan sakit, terdapat kotoran, terasa gatal dan gangguan yang lain, maka mereka secepatnya mengambil cotton bud. Kejadian seperti ini sudah berlangsung turun temurun menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan kasus telinga semakin meningkat dan pada umumnya, dokter tidak menyarankan langkah ini sebagai cara membersihkan telinga. Hal ini terjadi belum adanya edukasi penggunaan cotton bud yang benar.
Risiko yang paling sering atas kesalahan penggunanan cotton bud mengakibatkan infeksi, hilangnya kemampuan mendengar secara signifikan dan hal yang fatal seperti gendang telinga bisa pecah. Terutama pada anak anak yang usianya masih muda gendang telinga anak lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa sehingga rawan untuk pecah. Ditunjang tanpa adanya pengawasan dan edukasi ke anak tentang bahaya penggunaan cotton bud. Gendang telinga pecah merupakan kondisi di mana terdapat robekan atau lubang kecil pada gendang telinga sehingga menyebabkan sakit telinga, telinga berdenging, telinga berair (dapat berisi nanah ataupun darah), pusing atau vertigo yang menyebabkan mual dan muntah, serta pendengaran berkurang bahkan hilang dan pecahnya gendang telinga yang tidak segera tertangani medis menyebabkan pendengaran hilang secara permanen.
Masyarakat pada umumnya belum mengetahui lubang telinga punya kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Pemakaian cotton bud untuk mengorek lubang teliga justru berpotensi mendorong kotoran telinga lebih dalam. Mungkin tidak jarang kita tergoda untuk membersihkan telinga karena ada semacam getah berwarna cokelat yang nampak di lubang telinga. Beberapa orang bahkan gemas untuk mengorek getah ini dan mengeluarkannya dari lubang telinga. Getah berwarna coklat tersebut sebetulnya bukanlah kotoran telinga, melainkan zat bernama serumen yang memang diproduksi oleh tubuh. Serumen berfungsi melindungi sekaligus melumasi kedua lubang telinga. Tanpa adanya serumen, bagian dalam telinga justru akan terasa kering dan gatal karena kotoran yang masuk. Serumen bisa dibilang merupakan filter bagi telinga kita. Kotoran dan debu yang tertiup masuk ke lubang telinga akan terperangkap dalam getah berwarna coklat ini, sehingga tidak bisa masuk lebih jauh. Serumen juga mempunyai daya antibakteri dan cukup mampu mensterilkan telinga dari kuman-kuman yang masuk.
Yuk simak TIPS dari penulis dalam rangka edukasi masyarakat cara menjaga kesehatan telinga kita TANPA COTTON BUD :
- Tubuh mempunyai kemampuan sendiri yang secara alami membersihkan telinga kita dengan membentuk serumen.
- Penggunaan Cotton bud hanya diperkenankan untuk bagian luar lubang telinga dan bisa diganti dengan kain basah.
- Secara rutin memeriksakan telinga kita setiap 6 bulan sekali ke dokter.
- Pergunakan tetes telinga untuk melembutkan dan mengeluarkan kotoran dari telinga dan cukup meneteskannya pada telinga sesuai dengan petunjuk penggunaan dan berkonsultasi ke dokter.
- Hindari aktivitas-aktivitas yang berpotensi membuat kerusakan pada telinga yang memicu kehilangan pendengaran, seperti mendengarkan konser musik rock keras.
- Menggunakan penutup telinga berbahan plastik atau yang berisi gliserin untuk melindungi telinga terpapar suara
- Segera konsultasikan ke dokter jika kita merasakan terjadi gangguan pada telinga
- Olah raga rutin dan pada saat kita berbicara/mengunyah dengan menggerakkan rahang maka akan membuat tubuh secara alami mengeluarkan kotoran dari Saat kita menggerakkan rahang, serumen akan terdorong dari dalam lubang telinga menuju bagian depan lubang sehungga kotoran akan keluar dari telinga.
- Jangan mencoba untuk mengeluarkan kotoran telinga menggunakan cotton bud.
- Meminimalis efek tekanan udara terhadap telinga dengan istirahat sebentar pada saat kita turun dari pesawat atau dari lokasi ketinggian Kita mungkin merasakan rasa sakit dan kesulitan mendengar untuk sementara dan akan kembali normal kembali beberapa saat. Pada kasus yang parah, pergantian tekanan udara yang mendadak dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.
- Rajin kontrol rutin ke dokter, jika Kita sering berenang karena air bisa saja terperangkap dalam telinga dan memicu timbulnya bakteri yang menyebabkan infeksi.
- Usahakan jangan terlalu sering menggunakan Headset. Penggunaan yang sering menyebabkan telinga sakit akibat tekanan dari Headset dan diusahakan normal saja tanpa Headset dalam mendengarkan musik
Demikian sedikit tips supaya telinga kita tetap terjaga kesehatannya tanpa perlu penggunaan COTTON BUD dan semoga bermanfaat. (Ks01)
*) Korespondensi Penulis :
Muslimah, S.Si, MM, Apt,
Dosen Fak. Kedokteran UNIMUS
Mhs S3 Ilmu Farmasi UGM
Email : muslimah@unimus.ac.id

Muslimah SSi MM Apt
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

