
ket foto Dekan FBBA Unimus (kiri) dan Willy A Renandya PhD pada salah satu sesi seminar (Foto Dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar seminar internasional “2nd English Language and Literature International Conference” (Ellic) 2018 di kampus setempat, Sabtu (05/05/2018).
Seminar yang dibuka Dekan FBBA Unimus Yessika Maya Oktarani SS MHUm dan Ketua Panitia Dr Dodi Mulyadi ini menampilkan pembicara utama Prof Dr Jamaludin Darwis (Unimus), Asst Prof Angkana Tongpoon Patanasorn PhD (Khon Kaen University Thailand), Prof Thomas Charies Koch (former English Language Fellow , Nation Univesity of Mongolia) dan Willy A Renandya (National Institute of Education, Nayang Technological University , Singapura).
Prof Jamaludin Darwis memaparkan perlunya mempelajari bahasa asing lewat perspektif psiko-sosio-religius lewat penggalian ayat ayat dan surat dalam kitab suci Quran yang di dalamnya banyak tertuang persoalan belajar iptek dan belajar ilmu bahasa. Asst Prof Angkana Tongpoon Patanasorn PhD menyampaikan metode konstruksi dan applikasi Vocabulary List.
Sedangkan Prof Thomas memaparkan perlunya Extensive reading dalam pembelajaran bahasa Inggris dan Willy A Renandya menyampaikan perlunya Indonesia segera memiliki standar profience pengajar bahasa Inggris yang bisa berlaku secara global seperti CEFR (Common European Framework of Reference). Indonesia dalam soal ini sangat ketinggalan dibanding negara Asean lainnya yang kebanyakan sudah memiliki standar kemampuan pengajar bahasa asing seperti Singapura, Malaysia, Thailand. Indonesia awal tahun 2018 ini mulai mewacanakan dan membahas perlunya ada standard kemampuan bahasa Inggris bagi para pengajar bahasa asing . (ks01)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

