
Ket foto: Dr Yunan bersama para penguji usai lulus ujian disertasi S3 di UGM Fotp dok)
SEMARANG (kampussemarang.com)- Dua dosen Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) akhir bulan Agustus 2017 berhasil lulus ujian disertasi (S3) Prodi Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Dr Siti Aminah STP Msi (dosen Prodi S1 Teknologi Pangan Fikkes Unimus) dan Dr Yunan Kholifatuddin Sya’di STP Msc (dosen Prodi S1 Gizi Fikkes Unimus) menyatakan rasa syukur karena berhasil menyelesaikan studi S3 pada prodi yang sama di UGM.
Sedangkan Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd dan Dekan Fikkes Unimus Dr Budi Santosa MSi Med. kepada pers di Semarang Kamis (07/09/2017) menyatakan Dr Yunan Kholifatuddin Sya’di berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor setelah merampungkan penelitian “Produksi selulosa bakteri oleh Gluconacetobacter xylinus: Pengaruh kondisi fermentasi dan media terhadap sifat fisik”. Sedangkan Dr Siti Aminah berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor lewat disertasi “Potensi tepung kecambah kedelai terelitasi untuk pencegahan osteoporosis pada tikus oovarektormi”.
“Keberadaan dosen dengan latar belakang pendidikan Doktor (S-3) sangat diperlukan untuk pengembangan kualitas tri dharma perguruan tinggi (PT). Upaya yang telah dilakukan Unimus dalam mengupayakan sebanyak-banyaknya dosen S-3 sangat penting untuk penguatan Unimus. Semakin banyak jumlah doktor diharapkan pula semakin banyak karya ilmiah dan pengabdian masyarakat dihasilkan Unimus. Karya ilmiah yang bertambah harapannya akan diimbangi dengan publikasi ilmiah yang bertambah diantaranya publikasi pada jurnal-jurnal internasional serta jurnal nasional terakreditasi. Meningkatnya pendidikan dosen juga diharapkan akan memberikan kontribusi pada semakin baik dan semakin berkualitasnya proses belajar mengajar yang diberikan pada mahasiswa” ujar Rektor.
Sementara itu Dr. Yunan menyampaikan hasil temuan penelitian disertasinya di antaranya adalah penambahan pati, agar, dan alginat menurunkan indek kristalinitas selulosa bakteri dan fermentasi selama 7 hari juga menurunkan indek kristalinitas. Penurunan kristalinitas mengakibatkan perubahan morfologi lebih longgar, penurunan tensile strength, peningkatan WHC serta rasio rehidrasi. Dalam praktek sehari-hari pemberian pati, agar dan alginate dapat menumbuhkan Gluconacetobacter xylinus dan akan membuat produk makanan menjadi lebih lembut teksturnya.
Sementara itu pula Dr. Siti Aminah berhasil menyatakan temuan penelitiannya di antaranya bahwa elitasi menggunakan NaCl 0,9% pada proses pengecambahan kedelai dapat meningkatkan komponen substansial untuk pencegahan osteoporosis. Konsumsi tepung kecambah kedelai terelitasi dapat mencegah osteoporosis ditandai dengan keseimbangan bone turneoverpada tikus oovarektormi. Artinya produk makanan atau suplemen dengan bahan tepung kecambah kedelai terelitasi dapat berpotensi mencegah osteoporosis. (ks01)

Ket foto: Dr Siti Aminah bersama para penguji usai ujian disertasi di UGM (Foto dok)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

