
ket foto: salah seorang siswa sedang menjalani pemeriksaan mata (Foto Dok)
SEMARANG (kampussemarang)- Saat ini ditengarai semakin banyak anak siswa SD yang mengalami penyakit mata misalnya mata minus, dikarenakan kegemaran mereka main gadget seperti HP, smartphone, laptop, computer, game dan lain-lain. Mereka menggunakan waktu berjam-jam sehari-harinya untuk mainan tersebut sehingga mata mereka banyak yang mengalami kelainan atau refraksi optic seperti mata minus tersebut.
“Seringkali orang tua terlalu sibuk untuk memperhatikan kesehatan mata anaknya dan jarang sekali memeriksakan mata anaknya. Mereka kadang baru memeriksakan mata anaknya kalau prestasi belajar siswa menurun dan diketahui kalau penyebabnya karena mata minus dan sejenisnya” ujar dosen Program D3 Refraksi Optik (RO) STIKES HAKLI Semarang Adi Cahyono AMd RO, ST dan Kaprodi D3 RO Stikes Hakli dr H Adhi Kuntoro MKes di sela-sela pengabdian masyarakat pemeriksanaan mata siswa di SD Tunas Harum Bangsa Semarang, Kamis (23/2).
Sejumlah mahasiswa dan dosen Program studi D3 Refraksi Optisi (RO) STIKES HAKLI Semarang terlibat dalam pengabdian masyarakat tersebut. Menurut Adi Cahyono AMd RO, ST yang juga koordinator panitia, lewat praktek kegiatan masyarakat, maka mahasiswa bisa meningkat kemampuan (kompetensi) mereka di bidang Refraksi Optik. Dan anak-anak SD menjadi perhatian utama pada pengabdian masyarakat, karena maraknya penggunaan teknologi gadget, komputer dan sejenisnya bisa mengancam kesehatan mata anak-anak kalau mereka kurang mendapat perhatian orang tua maupun guru.
“Dulu kelainan mata misal mata minus banyak karena factor keturunan, tetapi sekarang yang dominan bukan factor keturunan tetapi factor lingkungan sangat banyaknya waktu anak main HP, main laptop, computer, dan lain-lain tersebut. Penyakit mata sangat berpengaruh pada penurunan prestasi siswa” ujar Adi Cahyono.
Sementara itu Koordinator pemeriksaan mata SD Tunas Harum Bangsa yang juga guru SD setempat Lily Lianawati menyatakan SD Harum Bangsa secara rutin melakukan pemeriksanaan kesehatan mata maupun kesehatan giri para siswanya. Untuk pemeriksaan bekerjasama dengan Program D3 RO Stikes Hakli ini, sedikitnya 127 siswa SD (kelas 1 sampai 3) menjalani pemeriksaan mata. Hasil pemeriksaan selanjutnya akan disampaikan kepada para orangtua siswa untuk segera ditindaklanjuti. (ks03)
Kampussemarang.com Portal Berita Online – Informasi Seputar Berita Khusus Kampus Tentang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Berbagai Kampus di Kota Semarang

